Blog Archive

Link teman

Rank My Blog

Followers

Jumat, 04 Desember 2009

Dukung Angket, Tolak Impeachment

Share & Comment

Fraksi-fraksi partai koalisi akan menggelar rapat koordinasi guna membahas ketua pansus hak angket Bank Century yang kelak diusung. Rapat koordinasi dihadiri oleh pimpinan fraksi dan pimpinan partai koalisi.
Adanya pertemuan itu diungkap Sekretaris Fraksi PAN Vivayoga Mauladi kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (3/12). "Malam ini (3/12) ) (kemarin malam—red) kita akan melakukan koordinasi dengan partai-partai koalisi untuk menentukan siapa yang akan ditunjuk menjadi ketua pansus," ujar Vivayoga.
Ia mengatakan, selaku parpol pengusung pemerintah, PAN berkewajiban melakukan koordinasi dan komunikasi sebagai suatu fatsun politik. Diharapkan, dalam pemilihan ketua pansus kelak, parpol koalisi bisa satu suara.
"Itu adalah fatsun politik. PAN kan ikut dalam pemerintahan, kita memiliki menteri disana. Koordinasi diantara partai-partai itu perlu," katanya.
Menurutnya, keputusan dalam pansus bersifat kolektif kolegial dan posisi ketua hanya sebagai mediator. "Siapapun ketua yang terpilih, bagi PAN itu no problem. Ketua itu kan hanya mediator, yang menentukan adalah anggota pansus secara kolektif kolegial," cetus Vivayoga.
Terkait pencalonan Idrus Marham sebagai ketua pansus oleh Fraksi Partai Golkar, Vivayoga mengatakan, pencalonan itu belum dikomunikasikan diantara fraksi partai koalisi. "Itu kan maunya Golkar, maunya kita semua dikomunikasikan dulu," imbuhnya.
Vivayoga menambahkan, rapat pleno FPAN yang digelar kemarin memutuskan dibentuknya Tim 5 untuk mengawasi dan menyokong berjalannya hak angket sesuai prosedur dan tidak menguap seperti hak angket lainnya. Rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota FPAN dan Ketua MPP Amien Rais.
Tim 5 yang dibentuk FPAN terdiri dari Ketua FPAN Asman Abnur, Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edi, anggota Komisi II Chandra Tirtawijaya, anggota Komisi XI Laurens Pahangdana, dan anggota Komisi III Ahmad Rubai. Kelima orang ini akan dikomunikasikan kepada Ketua Umum PAN.
"Jatah FPAN kan dua orang. Diantara lima orang ini Asman Abnur dan Tjatur Sapto Edi adalah calon kuat untuk pansus," terangnya.
Sementara itu, tidak terpilihnya Chandra Tirtawijaya yang merupakan salah seorang inisiator hak angket Bank Century, Vivayoga menjelaskan, Tim 5 yang dibentuk FPAN diberi mandat dan tugas yang sama diantara anggotanya.
Bagaimana sikap partai yang lain ? Ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dengan tegas menolak upaya pelengseran SBY-Boediono melalui penggunaan hak angket skandal Bank Century. Sebagai simbol negara, presiden dan wakil presiden harus diselamatkan.
"Apa pun, Pak SBY dan Boediono keduanya itu simbol negara, harus kita selamatkan," kata Ical seusai menerima penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean atau Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO) dalam katagori penghargaan Distinguished Honorary Fellow di Suntec Convention Center Singapura, Rabu (2/12) malam.
Menurut mantan Menko Kesra ini, pansus angket skandal Bank Century (kini Bank Mutiara) harus mampu mengungkap siapa saja yang bersalah dan harus dihukum sesuai aturan main yang ada. Sebaliknya, pansus harus membuka dan menyampaikan ke publik tokoh-tokoh yang selama ini dicurigai dan ternyata tidak terbukti.
"Pansus harus bisa membuktikan apakah memang nama-nama yang dicurigai tidak terlibat dan tidak bersalah. Ini semua biar jelas," papar Ical.
Ical meminta publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pansus untuk proses pengusutan kasus ini. Diharapkan, DPR juga bekerja cepat dan keras agar kasus ini segere selesai karena keputusan dan hasilnya ditunggu rakyat.
Ical menolak upaya apa pun yang arahnya melengserkan kekuasaan. Baik pelengseran itu diarahkan kepada SBY ataupun wakilnya, Boediono. Hal itu sangat penting guna menjamin demokrasi tetap berjalan pada jalurnya dan tidak ada korban dari rakyat akibat konflik politik karena pertikaian elit.
Bagaimana kalau yang didorong itu Boediono? "Sama saja, kan satu paket. Golkar tidak setuju kalau arahnya impeachment," tegasnya.
Sikap yang sama juga disampaikan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), K.H. Hilmi Aminuddin, mengatakan partainya mendukung penuh langkah inisiator pengusul hak angket kasus Bank Century atau Tim 9 untuk membuka secara transparansi kasus aliran dana talangan ke bank tersebut.
"PKS sepenuhnya mendukung dan semoga angket tersebut menghasilkan hal yang produktif untuk memuaskan masyarakat," katanya saat menerima kunjungan Tim 9, di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PKS, Jakarta, Kamis (3/12).
Hilmi, mewakili Presiden PKS Luthfi Hasan mengatakan, dengan segenap potensi akan melakukan pendampingan, dukungan, dan mengawal jalannya angket tersebut.
Ia juga mengatakan, sejak awal pihaknya telah mendukung Tim 9 karena tujuan Tim 9 juga merupakan bagian substansi perjuangan PKS untuk memperjuangkan kepentingan negara.
Menyinggung sikap tegas PKS terhadap angket Century Hilmi mengatakan mendukung tetapi tidak untuk Impeachment.
"Seperti yang dikatakan oleh Tim Sembilan tadi, kita prioritaskan pada stabilitas nasional," kata Hilmi.

KPK Prioritaskan Century
Pimpinan DPR memanggil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membicarakan kondisi aktual seputar skandal penggelontoran dana bail out Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. DPR meminta KPK menindaklanjuti hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Bank Century.
"Kami sengaja mengundang pimpinan KPK, dua hari yang lalu kami juga mengundang pimpinan PPATK dalam rangka mensinergikan langkah-langkah kita dalam konteks tugas pokok masing-masing," ungkap Marzuki Alie kepada pers usai bertemu pimpinan KPK di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (3/12).
Hadir jajaran pimpinan KPK, Ketua KPK Tumpak Hatorangan dan Wakil Ketua KPK Mas Achmad Santosa, Waluyo serta Haryono Umar. Sementara dari jajaran pimpinan DPR, hadir Ketua DPR Marzuki Alie dan Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Anis Matta, Marwoto Mintoharjo, serta Priyo Budi Santoso.
Sedangkan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menegaskan pengusutan kasus itu telah ditingkatkan ke penyelidikan. "Kasus Bank Century sekarang kita tingkatkan ke penyelidikan. Bagaimana hasilnya, saya belum bisa sampaikan karena sekarang masih dalam proses penyelidikan," kata Tumpak. Hal ini disampaikan Tumpak usai rapat koordinasi dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12).
Dikatakan dia, kasus Bank Century sebenarnya sudah mulai dilakukan investigasi sejak lama yaitu ketika Bibit dan Chandra masih aktif sebagai pimpinan KPK. "Itu sudah masuk pengumpulan bahan keterangan," ujar dia.
Sedangkan Bibit Samad Riyanto, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif berharap agar Keputusan Presiden (Kepres) pengaktifan kembali sebagai pimpinan KPK segera turun.
Bibit yang ditemui dikediaman pengacaranya Ahmad Rifa'i, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang Jombang ini mengatakan, dengan keluarnya Kepres tersebut, merupakan bentuk legalisasi pengangkatan kembali dalam memimpin KPK. Sebelumnya, dalam memimpin KPK diangkat oleh Presiden begitu juga dengan penonakifan ini. "Sedangkan untuk memimpin kembali pun harus ada putusan Presiden melalui turunnya Keppres tersebut," kata Bibit, (03/12).
"Untuk kasus bank Century menjadi prioritas, sebab dalam kasus tersebut terdapat Rp 6,7 Triliun aliran dana tidak jelas," kata Bibit didampingi istrinya Titik Sugiharti.
Tags:

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

1 komentar:

 

Popular Content

Recent Posts

Why to Choose RedHood?

Copyright © Aldien`s blog | Designed by Templateism.com